Cara Membuat Koreografi Dance: Langkah demi Langkah
Diterbitkan
Membuat koreografi, sesederhana apa pun, jarang selesai dalam sekali jadi. Kamu mulai dari lagu, membaginya ke dalam hitungan, memberinya struktur, lalu menyusun gerak, menempatkan grup di panggung, dan mengajarkan semuanya ke penari. Panduan cara membuat koreografi ini mengikuti langkah-langkah itu secara berurutan, dengan patokan yang dipakai para guru tari (hitungan 8 atau 1x8, teknik komposisi, gladi) dan hal yang perlu dicatat di setiap langkah supaya tidak ada yang hilang dari satu latihan ke latihan berikutnya. Panduan ini berlaku baik untuk koreografi dance pertama sebuah grup maupun untuk penampilan di pentas akhir tahun.
Memilih lagu dan memotongnya
Semuanya berawal dari lagu. Pilih lagu yang benar-benar membuatmu ingin menari, bukan lagu yang dipakai hanya karena sedang viral: menurut wikiHow berbahasa Indonesia, lagu yang kamu pilih harus bisa memacu kreativitas dan memotivasi kamu serta para penari untuk bergerak. Untuk koreografi pertama, tempo sedang lebih cocok; kursus dance Artemy pun memakai lagu bertempo sedang lebih dulu saat siswanya baru belajar menaruh gerak di dalam musik, lalu menaikkan temponya sedikit demi sedikit seiring koordinasi yang makin rapi. Sebelum bergerak, dengarkan lagunya berkali-kali tanpa menari untuk menemukan frasa musik, bagian yang menonjol, dan jedanya. Tahap ini memudahkan semua langkah sesudahnya, dan wikiHow pun menyebut bahwa memahami lagu secara menyeluruh adalah bagian penting dari proses membuat koreografi.
Tempo diukur dalam ketuk per menit (BPM, beats per minute), satuan yang dipakai musik masa kini, sementara partitur musik klasik memakai istilah bahasa Italia seperti allegro atau andante. Wikipedia bahasa Indonesia, misalnya, menyebut tempo standar lagu pop berada di kisaran 64–80 atau 100–120 ketuk per menit, sedangkan lagu mars bisa mencapai 140–160. Perhitungan ini berguna untuk langkah berikutnya: pada 120 BPM, satu ketukan berlangsung setengah detik dan satu blok 8 hitungan selama 4 detik; lagu berdurasi 3 menit berarti 360 ketukan, atau 45 blok 8 hitungan (45x8). Makin cepat temponya, makin sedikit ruang untuk tiap gerak, dan makin pendek perpindahan yang bisa dilakukan.
Setelah itu, potong lagunya sesuai durasi yang kamu butuhkan dengan software edit audio. Potong di awal frasa musik, tepat di hitungan "1", jangan di tengah blok, dan pilih akhir yang tegas di ketukan kuat daripada fade out yang perlahan menghilang saat grup masih menahan pose. Terakhir, simpan file hasil potonganmu tanpa diubah lagi, lalu bagikan file yang sama ke semua orang: kalau versinya berganti di tengah jalan, hitungan akan bergeser dan tim harus menghafal ulang semua patokannya.
Menghitung musik dengan hitungan 8
Saat menari, musik dihitung per blok delapan ketukan: "1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8", lalu kembali ke 1. Blok ini biasa ditulis 1x8, 2x8, dan seterusnya; kursus dance Artemy pun menjelaskan bahwa koreografer membagi lagu ke dalam hitungan delapan. Satu blok 8 hitungan mencakup dua birama 4/4; menurut Media Indonesia, birama 4/4 berisi empat ketukan, dan ketukan pertamanya biasanya mendapat aksen yang lebih kuat dibandingkan ketukan lainnya. Pengecualiannya ada pada musik berbirama lain, misalnya waltz, yang menurut media yang sama memakai birama 3/4. Hitungan "1" adalah ketukan tempat frasa dimulai lagi, sering ditandai dengan masuknya vokal atau sebuah alat musik.
Ketukan di antara dua hitungan, atau hitungan sela, diucapkan "and": "1 and 2 and 3…". Tutor Artemy melatih siswanya mendengar ketukan, hitungan sela, dan aksen yang biasa disebut hit, supaya gerak tajam dan gerak halus jatuh tepat di tempat yang dituntut musik. Untuk pemula, taruh setiap gerak tepat di satu ketukan atau satu hitungan sela, sehingga setiap gerak punya hitungannya sendiri; cara ini juga dipakai dalam koreografi kelompok supaya semua penari bergerak serempak. Saat musik dimulai atau latihan diulang dari tengah lagu, aba-aba "5, 6, 7, 8" menandai kapan gerak dimulai, seperti dijelaskan Artemy. Menarilah sambil menghitung dengan suara keras supaya strukturnya tertanam di kepala: semua orang mulai di hitungan 1.
Catat hitungannya sejak awal. Cara paling sederhana adalah membuat tabel: satu baris untuk setiap blok 8 hitungan, diberi nomor (1x8, 2x8, 3x8…), dengan bagian lagunya di sebelahnya (intro, bait, reff) dan gerakannya ditulis singkat. Buku panduan guru seni tari SMP kelas VII terbitan Kemendikbudristek (edisi revisi) memakai format serupa, yaitu nama gerak, hitungan seperti "1 × 8 hitungan", dan deskripsi gerak, serta menyebutkan bahwa catatan seperti itu membantu siswa mengingat gerakan pada pertemuan berikutnya. Tanpa catatan, koreografi akan diciptakan ulang di setiap latihan.
Menyusun struktur: intro, bait, reff, ending
Kebanyakan lagu pop bergantian antara bait (verse) dan reff (chorus). Wikipedia bahasa Indonesia menjelaskan refrein, alias reff, sebagai bagian yang diulang-ulang: bait-baitnya bisa bermelodi sama dengan lirik yang berbeda, sedangkan refreinnya memakai melodi dan lirik yang sama, dan dalam musik pop biasanya ditandai dengan dinamika yang lebih kuat. Di sekitarnya sering ada intro, kadang bridge yang memecah pengulangan sebelum reff terakhir, lalu ending. Artemy membagi setiap lagu menjadi intro, verse, reff, dan bridge, sementara wikiHow menyarankan agar lagu dibagi ke dalam beberapa bagian, tiap bagian diberi nama, dan pengulangannya dipahami sebelum membuat gerak. Tandai bagian-bagian itu di tabel hitunganmu: berapa blok 8 hitungan untuk intro, untuk tiap bait, dan untuk reff. Itulah kerangka koreografimu.
Lalu sesuaikan tariannya dengan struktur itu. Reff yang muncul berulang kali sebaiknya ditarikan dengan frasa gerak yang sama: penonton mengenalinya, dan penari cukup menghafalnya sekali untuk tiga kali reff. Untuk cover K-pop, Artemy menyebut gerak khas yang diulang di reff ini point choreography, bagian yang paling mudah dikenali penonton. Bait memberi ruang untuk variasi, bagian untuk kelompok kecil, atau pergantian formasi; bridge adalah saat yang pas untuk kejutan atau kontras. Silabus GCSE Dance di Inggris, yang diterbitkan lembaga ujian AQA, menyebut bentuk-bentuk ini: biner (AB), terner (ABA), rondo (bagian A yang kembali di antara bagian-bagian lain yang berbeda), atau naratif bila tariannya bercerita.
Garap awal dan akhir dengan teliti, karena dua momen inilah yang diingat penonton. Lembar panduan "Comment construire une chorégraphie" dari penasihat pengajaran olahraga sekolah DSDEN Rhône, Prancis, meminta awal dan akhir yang "mudah dikenali dan tepat", lalu mengajukan tiga pertanyaan untuk masing-masing: dari mana penari masuk (sudah di panggung atau dari sisi panggung), siapa (seluruh grup, kelompok kecil, atau satu per satu), dan bagaimana (gerak yang sama atau berbeda, dengan kecepatan yang sama atau tidak). Begitu juga untuk akhir: penari diam di panggung, berkumpul, berpose di lantai, atau keluar satu per satu. Pose akhir yang ditahan dengan tegas lebih berkesan daripada keluar panggung yang tidak jelas.
Menyusun frasa gerak (ragam gerak)
Frasa gerak adalah rangkaian gerak yang membentuk satu kesatuan, biasanya 1x8 atau 2x8; di sanggar dan di kelas seni budaya, rangkaian seperti ini sering disebut ragam gerak. Mulailah dari motif pendek yang membawa ide tarianmu: gerak lengan, langkah, atau tumpuan yang khas. Silabus GCSE dari AQA menaruhnya di urutan pertama daftar teknik koreografi (choreographic devices): "motif and development", yaitu satu motif lalu pengembangannya. Gerak bisa kamu temukan dari musik (aksen cocok untuk gerak yang tajam, bunyi yang panjang untuk gerak yang mengalir), dari sebuah kata, sebuah gambaran, atau dari gerak sehari-hari yang kamu ubah: buku panduan guru seni tari SMP kelas VII menjelaskan bahwa gerak tari adalah gerak sehari-hari (gerak wantah) yang diolah lewat stilasi (penghalusan) dan distorsi (perombakan).
Lalu kembangkan motif itu dengan teknik komposisi. Silabus AQA menyebut, antara lain, pengulangan (repetition), kontras (contrast), akumulasi (accumulation, gerak yang ditambah sedikit demi sedikit), unison, dan kanon (canon). Buku panduan guru seni tari SMP kelas VII edisi 2021, mengutip Soedarsono, membagi desain gerak tari kelompok menjadi lima: serempak (unison), gerak yang dilakukan bersama-sama; berimbang (balance), gerak simetris oleh kelompok-kelompok yang dibagi seimbang; berurutan atau bergantian (kanon), dengan selisih waktu tertentu, misalnya penari pertama mulai di hitungan 1, penari kedua di hitungan 2, dan seterusnya; selang-seling (alternate), saat penari bernomor ganjil dan genap bergerak berbeda dalam arah atau level; dan terpecah (broken), saat tiap penari bergerak berbeda tetapi tetap menjadi satu kesatuan. Dengan begitu, satu motif 8 hitungan bisa menghasilkan beberapa frasa tanpa menciptakan satu langkah baru pun.
Pilih frasa yang memang bisa ditarikan grupmu. Koreografi sederhana lebih banyak mengulang daripada mencipta: dua atau tiga frasa yang dipilih dengan cermat, diulang dan divariasikan, sering kali sudah cukup untuk penampilan pertama. Tarikan sendiri setiap frasa mengikuti musik sebelum mengajarkannya, hitung dengan suara keras, lalu tulis di tabelmu, blok demi blok. Kalau ada bagian yang tidak pas dengan hitungan, sederhanakan saat itu juga: mengubahnya jauh lebih sulit setelah seluruh grup menghafalnya.
Menempatkan grup dan merangkai formasi (pola lantai)
Setelah frasa-frasanya jadi, tentukan di mana setiap penari menarikannya. Formasi adalah posisi semua penari pada satu momen tertentu: satu baris, dua baris selang-seling, huruf V, diagonal, lingkaran, atau beberapa kelompok kecil. Di pelajaran seni budaya, garis yang dibentuk dan dilalui penari di lantai panggung dikenal sebagai pola lantai; detikEdu menjelaskannya sebagai gerak langkah kaki dan posisi penari di lantai saat membentuk formasi di atas panggung. Ganti formasi saat musik berganti bagian, bukan secara acak: bait baru, masuknya reff, atau bridge adalah momen yang alami. Panduan cara membuat formasi tari menjelaskan bentuk-bentuk yang umum dan cara memilihnya sesuai jumlah penari.
Penempatan yang tepat juga membuat tarian lebih mudah diikuti mata penonton. Silabus AQA memasukkan "manipulation of number", yaitu permainan jumlah penari, ke dalam daftar teknik koreografinya, dan buku panduan guru seni tari SMP kelas VII mencatat bahwa jumlah penari dalam tari kelompok bisa memberi makna tertentu: jumlah genap memberi kesan menyatu dan seragam, sedangkan jumlah ganjil memberi kesan ada satu penari yang terpisah dari yang lain. Reff yang ditarikan seluruh grup secara serempak terasa lebih kuat setelah bait yang ditarikan bertiga. Tempatkan penari yang sudah mantap di titik yang menjadi pusat perhatian, di tengah dan di depan, dan atur barisan secara selang-seling supaya penari di baris kedua terlihat di sela-sela penari baris pertama.
Setiap pergantian formasi adalah perpindahan yang harus dihitung, sama seperti sebuah langkah. Tentukan durasinya dalam hitungan, misalnya 1x8, beri jalur untuk setiap penari, dan pastikan tidak ada dua jalur yang melewati titik yang sama pada saat yang sama. Perpindahan paling sederhana mempertahankan urutan penari; perpindahan yang menukar urutan butuh lebih banyak latihan. Di denahmu, tulis hitungan saat setiap formasi harus sudah terbentuk: patokan inilah yang membuat grup tiba di posisi secara bersamaan.
Melatih koreografi dan mengajarkannya ke penari
Ajarkan koreografi per bagian. Artemy menjelaskan cara yang dipakai tutornya: lagu dipecah menjadi potongan delapan hitungan, potongan itu dilatih pelan, disambung satu per satu, lalu dibersihkan detailnya. Peragakan setiap blok pelan-pelan dan tanpa musik lebih dulu sambil menghitung, baru kemudian dengan musik; wikiHow juga menyarankan berlatih dengan tempo lambat dulu, lalu menaikkannya bertahap. Kalau kamu memperagakan sambil menghadap grup, lakukan gerakannya secara cermin (mirror) dan beri tahu mereka, karena kalau tidak, sebagian penari akan bergerak ke arah yang salah. Supaya setiap penari bisa mengecek posisinya di rumah, lebih praktis berbagi koreografi dengan timmu daripada menyalin denah dengan tangan.
Biarkan penari melakukan marking, yaitu menjalankan gerak dalam ukuran kecil dan tenaga ringan, tanpa melompat atau memaksa, selama mereka masih menghafal. Sebuah studi dari University of California, Santa Cruz, yang terbit di jurnal Psychological Science dan diulas majalah Dance Informa, meminta 38 siswa balet tingkat lanjut mempelajari dua rangkaian gerak, satu dilatih penuh dengan kecepatan seperti saat tampil dan satu lagi dengan marking: juri memberi nilai lebih tinggi pada rangkaian yang dilatih dengan marking. Para peneliti melihatnya sebagai cara meringankan beban mental, bukan sekadar menghemat tenaga. Simpan intensitas penuh untuk bagian yang sudah mantap.
Sebelum pentas, jalankan seluruh koreografi dari awal sampai akhir tanpa berhenti. Di dunia pertunjukan, latihan seperti ini disebut gladi. Situs wikiHow menyarankan gladi kotor di panggung atau di tempat pentas nanti untuk menentukan cara penari masuk dan keluar serta posisi mereka, sedangkan KBBI mendefinisikan gladi bersih sebagai latihan umum terakhir sebelum pementasan, yang penampilannya menyerupai pementasan sesungguhnya. Catat bagian yang masih tersendat, lalu bersihkan: ulangi bagian yang belum kompak, hitungan demi hitungan, dan pastikan semua penari punya sudut lengan dan arah pandang yang sama di ketukan yang sama. Lakukan latihan terakhir di panggung yang sebenarnya untuk menyesuaikan lagi jarak antarpenari.
Menyiapkan koreografi dengan Stancz
Stancz adalah aplikasi koreografi untuk menempatkan penari di panggung sesuai skala, merangkai formasi, dan melihat transisi antarformasi teranimasi mengikuti musik, dalam tampilan 2D dari atas, tampilan 3D, dan tampilan penonton. Stancz berjalan di browser komputer (PC atau Mac) tanpa instalasi, dan tersedia sebagai aplikasi iPhone, iPad, dan Android dengan akun yang sama di semua perangkat. Versi gratisnya mencakup hingga 3 koreografi dan 4 formasi per koreografi; ada juga langganan berbayar. Stancz menyediakan 19 preset, yaitu bentuk siap pakai yang menyesuaikan diri dengan jumlah penari, dan bisa menampung hingga 500 penari per koreografi.
Dalam metode panduan ini, Stancz membantu di tahap musik, penempatan, dan berbagi ke penari. Kamu mengimpor lagumu dalam format MP3 atau WAV, dan gelombang suaranya (waveform) menjadi sumbu waktu. "Ketuk tempo (BPM)" mengukur BPM, dan "Rekatkan formasi ke tempo" menyelaraskan durasi formasi dengan ketukan. Kamu membuat satu formasi untuk setiap bagian lagu, mengganti namanya ("Bait 1", "Reff"), lalu menarik tepinya untuk mengatur durasinya; saat diputar, penari meluncur dari satu formasi ke formasi berikutnya, dan jalur yang terlalu panjang atau dua penari yang jalurnya bersilangan langsung terlihat. Untuk berbagi ke tim, koreografi bisa dibagikan dalam mode baca saja, termasuk dengan paket gratis, dan "Sorot saya" menonjolkan titik milik masing-masing penari.
Yang tidak dilakukan Stancz, terus terang saja: Stancz tidak menulis gerak untukmu. Tidak ada kecerdasan buatan yang menciptakan koreografi di dalamnya; gerak, hitungan, dan frasa tetap ada di tabelmu, buku catatanmu, dan tubuhmu, sementara aplikasi ini hanya mengurus ruang dan waktu, yaitu siapa berada di mana, dan kapan. Stancz tidak mengekspor ke PDF, tidak bisa diedit beberapa orang sekaligus, dan tidak mengurus administrasi sekolah tari (pendaftaran, jadwal, pembayaran).
Pertanyaan umum
- Bagaimana cara membuat koreografi dance yang sederhana untuk pemula?
- Pilih lagu bertempo sedang yang sudah kamu kenal, dengarkan berkali-kali tanpa menari, lalu bagi ke dalam blok 8 hitungan. Tandai intro, bait, dan reff, buat satu motif pendek, dan ulangi motif itu di setiap reff. Dua atau tiga frasa yang diulang dan divariasikan sudah cukup untuk rangkaian pertama; setelah itu tambahkan formasi, lalu latih per bagian, pelan-pelan dan tanpa musik dulu.
- Kenapa menari memakai hitungan 8?
- Karena musik yang biasa dipakai untuk menari memang terbagi seperti itu: satu blok 8 hitungan mencakup dua birama 4/4. Dengan menghitung per 8, setiap gerak punya ketukan yang jelas, seluruh grup bisa mulai bersama di hitungan 1 setelah aba-aba "5, 6, 7, 8", dan satu bagian mudah dicari lewat nomornya, misalnya 3x8 di reff. Hitungan sela diucapkan "and".
- Lagu seperti apa yang cocok untuk membuat koreografi?
- Lagu yang membuatmu ingin menari, bertempo sedang untuk percobaan pertama, dengan struktur yang jelas: intro, bait, dan reff yang berulang. Ukur temponya dalam BPM supaya kamu tahu berapa lama setiap blok 8 hitungan, lalu potong lagunya sesuai durasi yang dibutuhkan, tepat di awal sebuah frasa musik. Setelah itu, bagikan file yang sama ke seluruh grup.
- Bagaimana mencatat koreografi supaya tidak lupa?
- Dengan tabel hitungan: satu baris per blok 8 hitungan (1x8, 2x8…), bagian lagunya di sebelahnya, dan gerakannya ditulis singkat. Tambahkan satu denah untuk setiap formasi, berisi posisi tiap penari dan hitungan saat formasi itu harus terbentuk. Buku panduan guru seni tari SMP kelas VII yang dikutip di atas juga memakai tabel nama gerak, hitungan, dan deskripsi agar gerak tetap teringat dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya.
- Bagaimana cara mengajarkan koreografi ke grup?
- Per blok 8 hitungan: peragakan blok pertama pelan-pelan dan tanpa musik sambil menghitung, ulangi sampai terasa alami, lalu lanjut ke blok berikutnya dan sambungkan. Saat menghadap grup, menarilah secara cermin (mirror) dan beri tahu mereka. Biarkan penari melakukan marking selama menghafal, simpan intensitas penuh untuk bagian yang sudah mantap, lalu lakukan gladi lengkap dan bersihkan bagian yang belum kompak.
- Bisakah membuat koreografi secara online?
- Untuk penempatan dan formasi, bisa: Stancz bisa dibuka di browser komputer tanpa instalasi, dan juga tersedia sebagai aplikasi iPhone, iPad, dan Android. Di sana kamu menempatkan penari, merangkai formasi mengikuti musik, dan membagikan hasilnya; paket gratis mencakup hingga 3 koreografi dengan 4 formasi per koreografi. Tapi geraknya tetap kamu yang menciptakan: Stancz tidak menulisnya untukmu.
Sumber
Panduan ini berpijak pada referensi berikut, yang dibaca saat panduan ini ditulis.
Baca juga
Cara membuat koreografi dance dari lagu sampai gladi: potong lagu, hitung 1x8, susun bait dan reff, buat ragam gerak, atur formasi, lalu berlatih.
Mulai